Selasa, 30 Juni 2015

komunitas




                                       BLOX XIII
                    KEPERAWATAN KOMUNITAS

        “ KONSEP KELUARGA DAN KEPERAWATAN KELUARGA”

2015






  


Sasbel  1 ( menjelaskan tentang defenisi keluarga)
A.    Defenisi keluarga
1.      Departement kesehatan RI (1988)
Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal / disuatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.
2.      Salvicion G bailon dan aracelis maglaya (1989)
Keluarga adalah dua atau lebih dari individu yang tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan, atau pengangkatan dan mereka hidup dalam satu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain, dan di dalam nya memiliki peran nya masing-masing menciptakan serta mempertahankan kebudayaan.
3.      Friedman (1998)
Keluarga merupakan kesatuan dari orang- orang yang terikat dalam perkawinan, ada hubungan darah, atau adopsi dan tinggal dalam satu rumah.
4.      Stuart (icn,2001)
Lima hal penting yang ada pada defenisi keluarga:
·         Keluarga adalah suatu sistem atau unit
·         Komitmen dan keterikatan antar anggota keluarga yang meliputi kewajiban di masa yang akan datang
·         Fungsi keluarga dalam pemberian perawatanmeliputi perlindungan, pemberian nutrisi, dan sosialisasi untuk seluruh anggota keluarga.
·         Anggota-anggota keluarga mungkin memiliki hubungan dan tinggal bersama atau mungkin juga tidak ada hubungan dan tinggal terpisah.
·         Keluarga mungkin memiliki anak atau mungkin juga tidak.
Kesimpulan:
 keluarga merupakan :
·         Unit terkecil masyarakat
·         Terdiri atas dua orang atau lebih
·         Adanya ikatan perkawinan dan pertalian darah
·         Hidup dalam suatu rumah tangga
·         Dibwah asuhan seorang kepala rumah tangga
·         Berinteraksi diantara sesama anggota keluarga
·         Setiap anggota keluarga mempunyai peran masing-masing
·         Menciptakan , mempertahankan suatu kebudayaan.
Sumber /referensi:
·          dasar-dasar kesehatan masyarakat , drs. Nasrul effendy(penulis), EGC jakarta 2012.
·         Tuntunan praktis askep keluarga, penulis santun setiawati dan agus citra dermawan, rizqi press(penerbit), 2005 bandung.

Sasbel 2 ( menjelaskan tentang tipe keluarga)
1.      Tradisional
a.       The nuclear family ( keluarga inti)
Keluarga yang terdiri dari suami,istri dan anak kandung (anak adopsi)
b.      Keluarga usila
Keluarga yang terdiri dari suami istri yang sudah tua dengan anak yang sudah memisahkan diri.
c.       The extended family( keluarga luas atau besar)
Keluarga inti ditambah dengan keluarga lainyang mempunyai hubungan darah, misalnya kakek, nenek, bibi dan paman.
d.      The single- parent family( keluarga duda /janda)
Keluarga yang terdiri dari satu orang tua, ( ayah/ibu) dengan anak. Hal ini biasa nya terjadi melalui proses perceraian, kematian,dan di tinggalkan.
e.       Commuter family
Kedua orng tua bekerja di tempat yang berbeda, tetapi salah satu kota tersebut sebagai tempat tinggal dan orang tua yang bekerja dota bisa berkumpul pada anggota keluarga pada saat akhir pekan ( week-end)
f.       The single adult living alone/ single adult family
Keluarga yang terdiri dari orang dewasa yang hidu sendiri karena pilihan nya atau berpisahan ( separasi) seperti: perceraian, atau di tinggal mati.
2.      Non trdisional
a.       The ummaried teenage mother
Keluara yang terdiri dari orang tua ( terutama ibu) dengan anak dari hubungan saudara, yang hidup dalam satu rumah , sumber dan fasilitas yang sma, pengalaman yang sama, sosialisasi anak dengan melalui aktifits kelompok atau membesarkan anak bersama.
b.      Commune family
Beberapa pasangan keluarga  ( dengan anaknya )yang tidak ada hubungan saudara, yang hidup bersama dalam satu rumah , sumber dan fasilitas yang sama, pengalaman yang sama, sosialisasi anak dengan melalui aktivitas kelompok/ membesarkan anak bersama.
c.       Cohabitating couple
Orang dewasa yang hidup bersamadiluar ikatan perkawinankarena alasan tertentu.
d.      Group-marriage family
Beberapa orang dewasa yang menggukan alaat-alat rumah tangga bersama, yang merasa telah saling menikah satu dengan yang lain nya. Berbagi sesuatu, termasuk sexual dan membesarkan anak nya.





Sasbel 3 ( menjelaskan tentang struktur keluarga)
A.    Ciri-ciri struktur keluarga
a.       Terorganisasi
Keluarga adalah cerminan sebuah organisasi, dimana masing-masing anggota keluarga memiliki peran dan fungsinya masing-masing sehingga tujuan keluarga dapat tercapai. Dan juga saling berhubungan , saling ketergantungan antara anggota keluarga.
b.      Ada keterbatasan, dimana setiap anggota memiliki kebebasan tetapi mereka juga mempunyai keterbatasan dalam menjalankan fungsi dan tugas nya masing-masing.
c.       Adanya perbedaan dan kekhususan, yaitu setiap anggota keluarga mempunyai peranan dan fungsi nya masing-masing.
B.     Struktur keluarga dibagi kepada tiga dominasi:
a.       Dominasi jalur hubungan darah
1.      Patrilineal
Yaitu keluarga sedarah yang terdiri atas sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi, dimana hubungan itu di susun melalui jalur garis ayah.
2.      Matrilineal
Yaitu keluarga sedarah yang terdiri atas sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi dimana hubungan itu di susun melalui jalur garis ibu.
b.      Dominasi keberadaan tempat tinggal
1.      Patrilokal
Yaitu sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga sedarah suami.
2.      Matrilokal
Yaitu sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga sedarah istri.
c.       Dominasi pengambilan keputusan
1.      Patriakal
Yaitu dominasi pengambil keputusan ada pada pihak suami
2.      Matriakal
Dominasi pengambil keputusan ada pada pihak istri.

C.     Menurut friedman( 1998) struktur keluarga terdiri atas:
1.      Struktur pola dan proses komunikasi Dikatakan berfungsi apabila dilakukan secara jujur, terbuka, melibatkan emosi, konflik selesai dan ada hierarki kekuatan.
2.      Struktur peran
Yaitu serangkaian prilaku yang diharapkan sesuai dengan posisi sosial yang diberikan .
3.      Struktur kekuatan
Yaitu kemampuan dari individu untuk mengontrol, memengaruhi, atau mengubah prilaku orang lain.
4.      Struktur nilai dan norma
Nilai yaitu sistem ide-ide sikpa keyakinan yang mengikat anggota keluarga dalam budaya tertentu.
Norma yaitu pola prilaku yang diterima pada lingkungan sosial tertentu, lingkungan keluarga,dan  lingkungan  masyarakat sekitar keluarga.

Sumber / referensi : tuntunan praktis askep keluarga, penulis: santun setiawati dan agus citra dermawan, rizqi press(penerbit), 2002 bandung.

Sasbel 4 ( menjelaskan tentang fungsi keluarga)

Menurut friedman (1998) fungsi keluarga terbagi atas 5 yaitu:
1.      Fungsi afektif ( the affctive function) adalah fungsi keluarga yang utama untuk mengajarkan segala sesuatu untuk mempersiapkan anggota keluarga berhubungan dengan orang lain. Fungsi ini dibutuhkan untuk perkembangan individu dan psikososial anggota keluarga.
2.      Fungsi sosialisasi yaitu:proses perkembangan dan perubahan yang dilalui individu yang menghasilkan interaksi sosial dan belajarberperan dalam lingkungan sosialnya. Fungsi ini berguna untuk membina sosialisasi pada anak, membentuk norma-norma tingkah laku sesuai dengan tingkat perkembangan anak dan meneruskan nilai-nilai budaya keluarga.
3.      Fungsi reproduksi ( the reproduction function) adalah fungsi untuk mempertahankan generasi  dan menjaga kelangsungan keluarga.
4.      Fungsi ekonomi ( the economic function)yaitu keluarga berfungsi untuk memenuhi kebutuhan keluarga secara ekonomi dan tempat untuk mengembangkan kemampuan individu untuk meningkatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
5.      Fungsi perawatan atau pemeliharaan kesehatan( the health care function ) adalah untuk mempertahankan keadaan kesehatan anggota keluarga agar tetap memiliki produktivitas yang tinggi .
Fungsi ini di kembangkan menjadi tugas keluarga di bidang kesehatan.

Sasbel 5 Tahapan dan Tugas perkembangan Keluarga
Siklus tugas dan perkembangna kelurga, menurut Evlin Duval :
1.      Pasangan Pemula atau Pasangan Baru Menikah
Tahapan ini dimulai saat dua insan dewasa mengikat janji melalui pernikahan dengan landasan cinta dan kasih sayang. Tugas pada pada tahapan perkembangan keluarga pemula antara lain :
·         Saling memuaskan antar pasangan
·         Beradaptasi dengan keluarga besar dari masing-masing pihak
·         Merencanakan dengan matang jumlah anak
·         Memperjelas peran masing-masing pasangan

2.      Keluarga dengan menunggu keluarga anak
Tahapan dan tugas perkembangan keluarga selanjutnya adalah keluarga dengan menunggu kelahiran anak sebagai salah satu fungsi biologis yaitu melanjutkan keturunan. Tugas keluarga pada tahapan ini antara lain : mempersiapakan biaya persalinan, mempersiapkan mental calon orang tua, mempersiapkan berbagai kebutuhan anak.

3.      Keluarga dengan mempunyai bayi
Tahapan ini keluarga sudah mempunyai anggota keluarga baru yang tentunya memiliki tugas antara lain :
·         Memberikan ASI sebagai kebutuhan dasar bayi (minimal 6 bulan)
·         Memberikan kasih sayang
·         Mulai mensosialisasikan dengan lingkungan keluarga besar masing-masing pasangan
·         Pasangan kembali melakukan adaptasi karena kehadiran anggota keluarga termasuk siklus hubungan sex
·         Mempertahankan hubungan dalam rangka memuaskan pasangan.

4.      Keluarga dengan anak Prasekolah
Tugas yang dimiliki keluarga dengan anak prasekolah diantaranya :
·         Menanamkan nilai-nilai dan norma kehidupan
·         Mulai menanamkan keyakinan beragama
·         Mengenalkan kultur keluarga
·         Memenuhi kebutuhan bermain anak
·         Membantu anak dalam bersosialisasi dengan lingkungan sekitar
·         Menanamkan tanggung jawab dalam lingkungan kecil
·         Memperhatikan dan memberikan stimulus bagi pertumbuhan dan perkembangan anak prasekolah

5.      Keluarga dengan anak sekolah
Tugas yang dimiliki keluarga sengan anak usia sekolah antara lain :
·         Memenuhi kebutuhan sekolah anak baik alat-alat sekolah maupun biaya sekolah
·         Membiasakan belajar teratur
·         Memperhatikan anak saat menyelesaikan tugas-tugas sekolahnya
·         Memberikan pengertian pada anak bahwa pendidikan sangat penting untuk masa depan anak
·         Membantu anak dalam bersosialisasi lebih luas dengan lingkungan sekitarnya.

6.      Keluarga dengan anak remaja
Pada tahapan ini sering kali ditemukan perbedaan pendapat antara orang tua dan anak remaja, apabila hal ini tidak diselesaikan akan berdampak pada hubungan selanjutnya.
Tugas keluarga pada tahapan ini antara lain :
·         Memberikan perhatian lebih pada anak remaja
·         Bersama-sama mendiskusikan tentang rencana sekolah ataupun kegiatan di luar sekolah
·         Memberikan kebebasan dalam batasan tanggung jawab
·         Mempertahankan komunikasi terbuka dua arah

7.      Keluarga dengan melepaskan anak ke masyarakat
Remaja yang akan beranjak dewasa harus sudah siap meninggalkan kedua orang tuanya untuk memulai hidup baru, bekerja, dan bekeluarga, sehingga tugas keluarga pada tahapan ini antara lain :
·         Mempertahankan keintiman pasangan
·         Membantu anak untuk mandiri
·         Mempertahankan komunikasi
·         Memperluas hubungan keluarga antara orang tua degan menantu
·         Menata kembali peran dan fungsi keluarga setelah ditinggalkan anak-anak

8.      Keluarga dengan tahapan berdua kembali
Tugas bagi keluarga setelah ditinggal pergi anak-anaknya untuk memulai kehidupan baru antara lain :
·         Menjaga keintiman pasangan
·         Merencanakan kegiatan yang akan datang
·         Tetap menjaga komunikasi dengan anak-anak dan cucu
·         Memperhatikan kesehatan masing-masing pasangan

9.      Keluarga dengan tahapan masa tua
Masa tua bisa dihinggapi perasaan kesepian, tidak berdaya, sehingga tugas keluarga pada tahap ini adalah :
·         Saling memberikan perhatian yang menyenangkan antar pasangan
·         Memperhatikan kesehatan masing-masing pasangan
·         Merencanakan kegiatan untuk mengisi waktu tua seperti dengan berolahraga, berkebun, mengasuh cucu.
Pada masa tua pasangan saling mengingatkan akan adanya kehidupan yang kekal setelah kehidupan ini.
Referensi : buku Tuntutan praktis asuhan keperawatan keluarga



Sasbel 6
Tugas-tugas kesehatan keluarga
Menurut frietman ( 1998 ) tugas keluarga dalam bidang kesehatan adalah:
1.      Mengenal gangguan perkembangan kesehatan setiap angota keluarga
2.      Mengambil keputusan untuk melakukan tindakan yang tepat
3.      Memberikan keperawatan kepada angota keluargannya yang sakit,dan yang tidak dapat membantu dirinnya sendiri, karena cacat atau usiannya yang berlanjut
4.      Mendifikasi lingkungan (mempertahankan Susana di rumah) yang mengguntungkan kesehatan dan perkembangan keperibadiaan anggota keluarga
5.      Mempertahankan hubungan timbale balik antara keluarga dan lembaga-lembaga kesehatan yang menunjukan pemenfaatan dengan baik fasilitas-fasilitas kesehatan yang ada.
Kasus 7
Keluarga sejahtra : keluarga yang di bentuk atas dasar perkawinan yang sah mampu memenuhi kebutuhan hidup spiritual dan materi yang layak, bertaqwa kepada tuhan dan memiliki hubungan, serasi, selaras dan seimbang antara anggota keluarga dan masyrakat dan lingkungan
( A. mungit 1996)
Tujuan :
Ø  Meningkatkan kemampuan keluarga tentang masalah yang dihadapi
Ø  Meningkatkan kemampuan keluarga dalam menganalisa potensi dan peluang yang dimiliki
Ø  Kemampuan masyrkat dalam memecahkan masalah secara mandiri
Ø  Kemampuan gotong royong dan stia kwan social dalam membantu keluarga prasejahtra untuk meningkatkan kesejahtraan

Tahap-tahapan  keluarga sejahtra ;

Ø  Keluarga prasejahtra 
Keluarga yang belum dapat memenuhi kebutuhan dasar secara minimal, yaitu kebutuhan pengajaran agama, panggan, sandang papan dan kesehatan 
Ø  Keluarga sejahtra tahap 1
Keluarga2 yang dapat memnuhi kebutuhan dasarnya secara minimal, tetapi blum dapat memenuhi keseluruhan kebutuhan social psikologis .
Seperti : kebutuhan akan pendidikan,  KB , intraksi dalam keluarga 
Ø  Keluarga sejahtra tahap  II
Keluarga2 yang disamping dapat memenuhi kebutuhan dasarnya, juga telah dapat memenuhi seluruh kebutuhan social pisikologisnya
Ø  Kebutuhan sejahtra III
Keluarga2 yang telah dapat memenuhi seluruh kebutuhan dasar, kebutuhan social psikologis dan kebutuahan pengembagan.
Ø  Keluarga sejahtra tahap IV
Keluarga2 yang telah dapat memenuhi seluruh kebutuhannya baik yang bersifat dasar, social psikologisnya 
Indicator keluarga sejahtra :
1.      Keluarga sejahtra tahap 1
a.       Melaksanakan ibadah menurut agama yang dianut masing2
b.      Makan dua kali sehari atau lebih
c.       Pakaiyan yang berbeda untuk berbagi keperluan
d.      Rumah sebagai lantai bukan tanah
e.       Kesehatan (bila anak sakit atau PUS ingin ber-KB dibawa/petugas kehatan)
2.      Keluarga sejahtra tahap 11
Bila keluarga suadah mampu melaksanakan indicator pada keluaraga tahap 1 dan mampu melaksakan indicator sebagai berikut :
a.       Anggota keluarga melaksanakan ibadah secara teratur menurut agama yang dianut masing2
b.      Makan daging/ikan/telur sebagai lauk pauk minimal satu kali dalam seminggu
c.       Memperoleh pakaian abru dalam satu tahun terakhir
d.      Luas lantai tiap penghuni rumah 8 karakter
e.       Anggota keluarga sehat dalam 3 bulan terakhir, sehingga dapat melaksanakan peran dan fungsinya masing-masiang
f.       Minimal satu anggota keluarga 15 tahun keatas mempunyai  penghasialan yang tetap
g.      Bias baca tulis latin bagi seluruh anggota keluarga, yang berumur 10-60 tahun
h.      Anak usia sekolah (7-10 tahun) bersekolah
i.        Anak hidup dua atau lebih, keluarga yang masih dalam masa pasangan usia subur saat ini memakai alat kontrasepsi
3.      Keluarga sejahtra tahap III
Bila keluarga sudah mampu melaksanakan indicator pada keluarga sejahtra tahap 1 dan sejahtra tahap II serta sudah mampu melaksanakan indicator sebagai berikut :
a.       Upaya keluarga untuk meningkatkan dan menambah pengetahuan agama
b.      Keluarga mempunyai tabugan
c.       Makan bersama minimal sekali sehari
d.      Ikuti serta dalam kegiatan masyrkat
e.       Reaksi bersama minimal 6 bulan sekali
f.       Memperoleh berita dari surat kabar, TV dll
g.      Anggota keluarga mampu mengunakan sarana trasportasi
4.      Keluarga sejahtra tahap IV
Bila keluarga telah mampu memenuhi kebutuhan pada keluarga sejahtra tahap 1,II, tahap III dan sudah mampu melaksanakan indicator sebagai berikut :
a.       Memberikan sumbangan secara teratur dan sukarela dalam bentuk menterial kepada masyrakat
b.      Aktif sebagai pengurus dalam kegiatan kemasyrakaan atau yayasan sosial


SASBEL 8: ADI WIJAYANTO
Referensi:  Buku Ilmu Keperawatan Komunitas Pengantar dan Teori.
Penerbit: SALEMBA MEDIKA, 2009

KONSEPTUAL MODEL KEPERAWATAN KELUARGA
Model keperawatan adalah jenis model konseptual yang menerapkan kerangka kerja konseptual terhadap pemahaman keperawatan dan bimbingan praktik keperawatan. Model konseptual keperawatan menguraikan situasi terjadi dalam suatu lingkungan yang berupa menciptakan perubahan yang adaptif. Macam macam model konseptual keperawatan keluarga
1.      Model Konseptual lingkungan (FLORENCE NIGHTINGALE,1859)
Model ini menekankan pengaruh lingkungan terhadap klien yang dikenal dengan istilah enviromental model. Model konsep florence menempatkan lingkungan sebagai fokus asuhan keperawatan dan keperawatan komunitas berupaya memberikan bantuan asuhan keperawatan berupa pemberian udara bersih dan segar,penerangan (lampu),kenyamanan lingkungan,mengatur kebersihan,keamanan,keselamatan,serta pemberian nutrisi (gizi) yang adekuat. Pelaksanaannya di upayakan secara mandiri tanpa tergantung pada profesi lain.

2.      Model Konseptual Keperawatan Mandiri (D.E OREM 1971)
            Menurut OREM ,keperawatan mandiri (self care) adalah suatu pelaksanaan kegiatan yang diperkasai dan dilakukan oleh individu itu sendiri untuk memenuhi kebutuhan guna mempertahankan kehidupan,kesehatan,kesejahteraan rakyat,baik dalam keadaan sehat maupun sakit.


Model konseptual keperawatan mandiri di dasari oleh 6 pasal berikut ini:
1.      keperawatan mandiri didasarkan pada tindakan dimana manusia mampu melaksanakannya.
2.      Agensi keperawatan /sebagai pedoman tindakan.
3.      Setiap orang menghendaki keperawatan mandiri dan menjadi kebutuhan dasar manusia.
4.      Orang dewasa mempunyai hak dan tanggung jawab untuk merawat diri sendiri dan orang lain untuk memelihara kesehatan mereka agar tetap sehat.
5.      Keperawatan mandiri akan meningkatkan harga diri seorang,sehingga mempengaruhi konsep diri.
6.      Perubahan tingkah laku secara lambat dan terus menerus di dukung dari pengalaman sosial sebagai hubungan interpersonal.

3.      Model Konseptual Keperawatan Sistem (KING I.M, 1971)
            KING memandang keluarga sebagai sistem sosial dan konsep utama dalam modelnya.  Keluarga diperlukan baik sebagai kontek maupun klien.
            KING menjelaskan bahwa teori pencapaian tujuan bermanfaat bagi perawat bila terpanggil untuk membantu keluarga dan memelihara kesehatan mereka.
4.      Model Konseptual Keperawatan Adaptasi (ROY S.C 1976)
            ROY menjelaskan bahwa keluarga dan juga individu,kelompok,organisasi,sosial,serta komunitas dapat dijadikan unit analisis dan fokus praktik keperawatan karena perawat mengkaji orang sebagai sistem yang adaptif, mereka perlu mengkaji keluarga. Bila keluarga merupakan fokus keperawatan intervensi keperawatan mempertinggi stimulasi  (fokal,kontektual dan residual) untuk menigkatkan adaptasi dan sistem keluarga (ROY 1903, hal 275)
5.      Model Konseptual Keperawatan Health Care Sistem (BETTY NEWMAN)
            Model konsep ini merupakan model konsep yang menggambarkan aktivitaskeperawatan yang ditujukan kepada penekanan penurunan stress dengan cara memperkuat garis pertahanan diri, baik yang bersifat flkesibel, normal maupun resisten dan pelayanan adalah komunitas.
6.      Model Konseptual Keperawatan Need Based (VIRGINIA HENDERSON 1996)
            Adalah model konsep need based atau aktivitas  hidup sehari–hari dengan memberikan gambaran tugas perawat.



Fungsi unik perawat menurut modwel konseptual ini antara lain:
a.       Membantu individu, keluarga, dan masyarakat, baik sehat maupun sakit dalam menunjang kesehatan.
b.      Membantu individu, keluarga dan masyarakat dalam melaksanakan program pengobatan yang ditentukan dokter.
c.       Perawat sebagai tim kesehatan, bekerja sama dan saking membantu dalammerencanakan program kesehatan secara menyeluruh.

7.      Model Konseptual Keperawatan Martha (E.ROGERS 1970)
            Manusia merupakan satu kesatuan yang utuh serta memiliki sifat dan karakter yang berbeda.Teori ini dapat dipergunakan untuk mengidentifikasi perilaku yang mereka kurang baik, maka dapat menurunkan derajat kesehatan dalam komunitas.
           
8.      Model Konseptual Keperawatan (JOHNSON)
            Mengungkapkan pandangannya mengenai keperawatan komunitas komunitas dengan menggunakan pendekatan sistem perilaku. Dalam pendekatan ini individu dipandang sebagai sistem perilaku yang selalu ingin mencapai keseimbangan dan stabilitas, baik dalam lingkungan internal maupun eksternal.
9.      Model Konseptual Keperawatan (ORLANDO, 1972)
            Jika perawat komunitas menggunakan teori ORLANDO , diharapkan perawat mampu mengidentifikasi tingkat pemenuhan kebutuhan mereka yang berbeda–beda tersebut. Untuk mewujudkan tersebut ada 3 hal yang harus diperhatikan yaitu perilaku klien, reaksi perawat, dan tindakan perawat.  


































Sasbel 9 dan 10




 







Rounded Rectangle: Sebuah contoh konsep yang harus ada dalam tiap model konseptual keperawatan keluargaRounded Rectangle: Sebuah kata atau frase yang meringkas ciri-ciri atau sifat khas dari sebuah fenomena                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                               




                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                               



                                                                                               
Konsep keperawatan keluarga menurut Whall & Fawcett yaitu membahas keluarga yang menyesuaikan dengan dalil metaparadigma keperawatan, yaitu:
1.      Keperawatan keluarga memerhatikan berbagai  prinsip dan hukum yang mengatur proses keluarga, kesejahteraan keluarga, dan fungsi optimal keluarga dalam keadaan sakit dan sejahtera yang berbeda-beda.
2.      Keperawatan keluarga memerhatikan pola prilaku keluarga dalam interaksinya dengan lingkungan, pada peristiwa kehidupan yang normal dan situasi kehidupan yang kritis.
3.      Keperawatan keluarga memerhatikan proses yang dapat memengaruhi perubahan positif pada status kesehatan keluarga (Donaldson & Crowley, 1978; Gordner, 1980, dikutip oleh Whall & Fawcett, 1991b, hlm 3-4).
Ada 5 sifat keluarga yang dijabarkan (Stuart, 2001)
1.      Keluarga merupakan unit suatu sistem
2.      Keluarga mempertahankan fungsinya secara konsisten terhadap perlindungan, makanan dan sosialisasi anggotanya.
3.      Dalam keluarga ada komitmen saling melengkapi antar anggota keluarga.
4.      Setiap anggota dapat/tidak dapat saling berhubungan dan dapat/tidak dapat tinggal dalam satu rumah.
5.      Keluarga bisa memiliki anak ataupun tidak.












Reserved: PERAWAT SEBAGAI PENDIDIK/EDUKATOR


Reserved: PERAWAT SEBAGAI PENGHUBUNG/KOORDINATOR/KOLABOR
 



Rounded Rectangle: PERAN PERAWAT KELUARGAReserved: PERAWAT SEBAGAI MODIFIKATOR LINGKUNGANReserved: PERAWAT SEBAGAI KONSELORReserved: PERAWAT SEBAGAI PEMBERI LAYANAN LANGSUNGReserved: PERAWAT SEBAGAI PELINDUNG/ADVOCATE                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                99                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                               



1.             Peran perawat sebagai pendidik/educator
Perawat memberikan pendidikan kesehatan pada keluarga dalam rentang sehat sakit.
Contoh: Pendidikan kesehatan tentang pentingnya imunisasi pada balita
2.             Peran perawat sebagai penghubung/koordinator/kolaborator
Dalam menjalankan peran ini, perawat mengkoordinasikan keluarga dengan pelayanan kesehatan.
Contoh: Perawat membantu dan membimbing keluarga yang diketahui terserang TB untuk mendapatkan pengobatan TB paru di puskesmas.
3.             Peran perawat sebagai pelindung/advocate
Perawat memberikan perlindungan atas kesamaan keluarga dalam mendapatkan pelayanan kesehatan.
Contoh: Perawat membantu keluarga dalam pengurusan surat keterangan tidak mampu dalam rangka mendapatkan dana kesehatan melalui program pemerintah melalui jaring pengaman kesehatan pada keluarga miskin.
4.             Perawat sebagai pemberi pelayanan langsung
Perawat memberikan pelayanan kesehatan langsung pada keluarga.
Contoh: Mengajarkan pada keluarga pembuatan obat pereda batuk pilek dengan perasan jeruk nipis yang dicampur madu.
5.             Peran perawat sebagai konselor
Perawat memberikan beberapa alternative pemecah masalah berkaitan dengan masalah yang dihadapi keluarga tanpa harus ikut dalam pengambilan keputusan keluarga tersebut.
Contoh: Perawat keluarga memberikan beberapa alternative alat kontrasepsi yang akan dipilih pasangan muda, dengan keputusan tetap ada pada pasangan muda tersebut.
6.             Peran perawat sebagai modifikator lingkungan
Contoh: Perawat memberikan penjelasan berkaitan dengan bagaimana mencegah anak terkena ISPA dengan tidak memberikan jajanan sembarangan, orang tua khususnya ibu membuat makanan tambahan yang menarik dengan gizi seimbang.












                                                                                                                                   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar